Kamis, 12 November 2009

teks dharma wacana


Om Svastyastu,

Om Avighnam Astu Namo Siddham

Om Anno Bhadrah Krattavo Yantu Visvattah

Sebelumnya, marilah kita sama-sama menghaturkan sembah sujud bhakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang maha Esa), karena atas Asung Krta Wara Nugraha Beliaulah kita dapat berkumpul bersama-sama dalam acara rutin kita ini dengan tiada kekurangan satu apapun.

Sebelum lebih jauh Bapak berbicara, terlebih dahulu Bapak akan menyampaikan tema dharma wacana yang akan Bapak sampaikan. Adapun tema dharma wacana kali ini adalah “Kewajiban Sisya dalam masa Brahmacari”. Tema ini sengaja Bapak angkat, mengingat dan melihat fakta-fakta dilapangan, banyak sekali siswa-siswa Hindu yang memiliki perilaku dan sikap yang menyimpang dari ajaran-ajran yang ada dalam agama Hindu. Ini menunjukan bahwa betapa lemahnya iman dan sraddha siswa terhadap agama dan kepercayaan yang dianut. Dari permasalahan ini, maka akan timbul pertanyaan-pertanyaan semisal, “Kenapa masalah ini timbul? Siapakah yang bertanggung jawab dalam masalah ini? Mengapa sraddha siswa begitu lemah sehingga muncul permasalahan-permasalahan tersebut? Nah dengan pertanyaan itu, maka akan Bapak singgung sedikit disini, mengenai kewajiban-kewajiban siswa dalam masa menuntut ilmu, baik di sekolah maupun dirumah serta di lingkungan masyarakat.

Anak-anak yang bapak banggakan,..

Bapak ingin bertanya terlebih dahulu, Apa itu Brahmacari?

Siapa saja yang termasuk ke dalam masa Brahmacari Asra

Apakah kewajiban-kewajiban masa Brahmacari sesuai dengan ajaran agama Hindu?

Mungkin kalian sedikit banyak telah memahami pengertian tentang brahmacari asram, akan tetapi dengan keadaan psikolog dan jiwa kalian pada saat sekarang ini yang masih sangat labil (goyah), kalian tidak dapat menjalankan ajaran-ajaran mengenai Brahmacari ini.

Seperti teori John Locke, kita terlahir itu seperti halnya kertas putih yang bersih, belum ada coretan sedikitpun, kemudian melalui keluarga, sekolah dan masyarakat, perlahan-lahan kertas putih itu akan terisi penuh coretan-coretan, baik itu coretan yang baik maupun coretan yang buruk. Nah, masa-masa seperti kalian inilah kalian memiliki beberapa coretan baik dan buruk, keduanya memiliki pengaruh yang sangat kuat, sehingganya masa sekarang jiwa kalian sering kali mengalami lonjakan, gairah, semangat dan ambisi yang memiliki grafik turun naik. Jika coretan-coretan yang buruk kalian sering lakukan, maka kalian akan menjadi orang yang bodoh dan terbelakang, baik dari segi kehidupan jasmani maupun rohani.

Untuk itu, maka sekolah dan keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk mendidik dan membersihkan coretan-coretan buruk kalian. Agar kelak kalian menjadi masusia yang “Manusya” yang memiliki iman dan sraddha yang kuat untuk menghadapi ancaman dan pengaruh kerasnya kehidupan di dunia pada masa global saat ini.

Anak-anak yang bapak banggakan,..

Brahmacari adalah masa-masa kalian untuk menuntut ilmu, baik di lembaga formal maupun non formal. Masa ini merupakan masa uji atau masa yang sangat menentukan karma hidup kalian selanjutnya, jika kalian kuat menghadapi dan melewatinya niscaya kalian akan menjadi insane yang bahagia dan sejahtera dalam kehidupan (Jagadhita) dan alam baka (Moksa). Namun, jika kalian tidak mampu melewatinya, maka celakalah kalian. Contoh kecilnya seorang yang dalam masa sekolah, dia menjadi preman dan suka berantem karena ambisi, guna rajasnya yang tak terkendali, ego (Ahamkara) dan pikiranya diliputi kebodohan (avidya), dengan sikap demikian tentunya dia akan rugi sendiri, salah satunya, dia bisa terancam dikeluarkan dari sekolah, memiliki musuh yang bisa saja dapat mengancam kehidupanya kelak, menjadi terkenal dengan kejahatanya, susah memperoleh peluang dan bersaing dalam memperoleh pekerjaan untuk penompang hidup kelak, dsb.

Anak-anak yang bapak banggakan,..

Coba kalian renungkan, jika kalian mengalami hal tersebut?

Bagaimana orang tua kalian yang mengharapkan keturunanya dapat mengharumkan nama keluarga di masyarakat, namun yang terjadi malah sebaliknya. Jika hal ini terjadi, maka orang tua kalian akan merasa ditampar keras dan tentunya akan merasa malu dengan memiliki anak seperti kalian. Hidup orang tua kalian pun pastinya tidak akan dapat tenang baik di dunia maupun di alam kekal nantinya.

Apakah kalian bahagia, jika orang tua kalian seperti itu?

Apakah kalian bangga membuat orang tua kalian seperti itu?

Bapak yakin, kalian semua tidak mau orang tua yang melahirkan kalian menjadi susah, sengsara, menderita dan malu karena ulah kalian. Kalian adalah orang-orang yang pintar-pintar semua, jadi kalian bisa merenungkan kembali demi kalian dapat membahagiakan orang tua kalian.

Kalian bisa????

Anak-anak yang berbahagia,..

Tadi merupakan sedikit gambaran tentang brahmacari, dengan gambaran tersebut, kita akan tahu lebih jauh mengenai siapa saja yang termasuk ke dalam brahmacari asram?

Dalam ajaran agama Hindu, brahmacari merupakan urutan yang pertama dari Catur Asrama yang merupakan empat tingkatan atau masa hidup manusia, kemudian Grhasta, yaitu masa berumah tangga, kemudian wanaprastha, yaitu masa hidup mengasingkan diri dari kehidupan duniawi, yang terakhir Bhiksuka/Sanyasin yaitu masa memperdalam tingkat spiritual lebih lanjut agar dapat memperoleh moksa.

Keempat asram ini, memiliki kewajiban-kewajiban dan juga pantangan-pantangan yang harus dipatuhi.

Yang termasuk ke dalam brahmacari asram adalah mereka yang masuk ke dalam tahapan belajar ilmu pengetahuan. Yaitu sejak orang itu dilahirkan hingga dia benar-benar telah menjadi insane yang berpribadi, mandiri, bijaksana, dan dewasa. Kemudian yang termasuk ke dalam Grhasta asram adalah mereka yang telah dewasa dan siap lahir dan bhatin untuk melangkah ke pawiwahan atau perkawinan. Kemudian yang termasuk ke dalam wanaprastha asram adalah mereka yang telah mampu membentuk keluarga yang sakhinah dan sejahtera, sehingganya tidak terikat lagi oleh kewajiban-kewajiban dan tugas-tugasnya sebagai orangtua kepada anaknya. Yang terakhir, Bhiksuka, mereka yang telah benar-benar sadar akan kebeeradaan Tuhan, sehingganya mereka tidak lagi terikat hal-hal yang bersifat keduniawian. Nah dengan demikian, bagaimana dengan kalian, termasuk ke dalam asram yang mana?

Anak-anak yang bapak sayangi,…

Tugas dan kewajiban brahmacari adalah seperti tadi bapak uraikan, kalian harus belajar dan belajar. Belajar ilmu pengetahuan, teknologi, agama, social dan ilmu-ilmu yang lainya. Karena manusia itu memiliki tingkat intelektual yang sama dengan ilalalng, ketika kalian berada pada usia sekarang ini, kalian bagaikan tunas baru dari ilalang, sangat tajam, namun semakin tua usia kalian, maka ketajaman itu akan berkurang dan akhirnya kalian merunduk dan tidur selamanya.

Jadi, masa-masa seperti saat sekarang inilah, masa-masa kalian harus benar-benar serius, dan benar-benar memusatkan konsentrasi untuk belajar, ingat hari ini tidak akan kalian temukan esok, lusa atau kapanpun, masa ini kalian tidak temukan juga besok atau kapanpun. Coba kalian renungkan, saat-saat sekarang inilah kalian harus belajar dan belajar untuk hari esok kalian.

Anak-anak yang bapak banggakan,..

Ilmu pengetahuan itu, sifatnya tidak seperti memakan cabai, sekarang dimakan sekarang pedas. Jadi sekarang kita belajar, tidak harus sekarang guna dari ilmu itu kita pergunakan, akan tetapi kelak dalam kehidupan yang akan kalian jalani lebih lanjut lagi.

Disamping belajar, siswa juga harus melaksanakan brata (pengendalian diri) untuk melaksanakan disiplin-disiplin di sekolah sebagai tempat menuntut ilmu. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari displin yang ditetapkan oleh sekolah.

Tantangan dalam melaksanakan displin itu memang luar bisaa, salah satu godaan-godaan dari luar, dari pergaulan dengan teman-teman yang tidak memiliki latar belakang pendidikan yang baik, gaya hidup modernisasi dan sebagainya.

By : I Ketut Darma Wijaksana, S.Ag

Guru Pendidikan Agama Hindu SMA N 1 Seputih Mataram Lampung Tengah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar